Senin, 03 Oktober 2011

Pengetahuan Dasar dan Keterampilan Musik Untuk TK

Pengetahuan Dasar dan Keterampilan Musik Untuk TK


Media musik: bunyi dan diam. Musik dibangun atas unsur-unsur musik:
1. ritme,
2. melodi,
3. harmoni,
4. tekstur, dan
5. bentuk.

Unsur-unsur dibungkus oleh kualitas berupa warna bunyi dan kekuatan bunyi (Reimer).
Definisi musik adalah:
1. pesona jiwa, alat membuat gembira, sedih, semangat, susah, dan penuh pengharapan;
2. seolah-olah mengangkat pikiran dan ingatan melambung tinggi;
3. emosi melampaui diri seperti gelombang di laut lepas
(Seashore, 87).
Pengetahuan Dasar Musik
Musik memiliki tata bahasa, ilmu kalimat, dan retorik. Namun musik berbeda dengan bahasa. Elemen “kata” pada bahasa adalah materi yang konkret yang memiliki makna yang tetap, sedangkan “nada” pada musik bersifat absurd dan hanya bermakna ketika dia berada di antara nada-nada yang lainnya. Fungsi yang dimilikinya sangat besar dalam kehidupan manusia, seperti sebagai bagian dari kegiatan ritual keagamaan, sebagai media hiburan, pendidikan, dan kesehatan.
Musik dibangun oleh elemen-elemen bunyi, melodi, ritme, harmoni, dan ekspresi. Bunyi itu sendiri terdiri dari pitch yang berhubungan dengan ketinggian nada, durasi yang berhubungan dengan jangka waktu nada-nada, intensitas yang berhubungan dengan kekuatan bunyi atau nada. Intensitas ini sering pula disebut sebagai bagian dari ekspresi musik yakni sebagai unsur dinamik. Satu lagi unsur bunyi yakni timbre atau warna nada/suara yang berkaitan dengan kualitas bunyi yang dihasilkan yang berhubungan dengan jenis materi dan teknik dihasilkannya suara.
Elemen ritmik terdiri dari beat, meter, dan pola-pola irama. Beat berkaitan dengan ketukan teratur yang melatarbelakangi irama lagu. Meter berkaitan dengan pola beat yang bertekanan yang berulang-ulang.
Elemen melodi pada musik berkaitan dengan unsur gerak maju melodi, wilayah nada, ukuran, tempo dan ritmik, kontur melodi. Gerak berpindah dari satu nada ke nada yang lain dalam sebuah lagu dikenal dengan gerak maju melodi yang dibatasi oleh wilayah nada yang berhubungan dengan picth nada yang tertinggi dan terendah dalam lagu tersebut. Lagu anak-anak usai TK biasanya memiliki panjang melodi yang terbatas, sekitar 6 – 12 birama.
Hal ini sesuai dengan kemampuan dan perkembangan anak. Begitu pula dengan kontur melodinya. Pada umumnya berkontur landai dan sesekali ada loncatan nada.
Sementara unsur harmoni dan ekspresi dalam musik untuk lagu anak TK, tidaklah terlalu tampak. Namun untuk pengetahuan bagi guru TK, pengetahuan tentang harmoni akan sangat membantu dalam mengembangkan metode seni di sekolah. Unsur harmoni terdiri dari akor, tonalitas, tangga nada, dan interval.
Sebagai guru TK, Anda tidak dianjurkan untuk mengajarkan materi ini, namun Anda sangat dianjurkan untuk memahaminya, karena pengetahuan ini akan membantu Anda sebagai guru TK mengapresiasi lebih awal akan lagu-lagu anak yang akan dipilih menjadi lagu model di kelas. 
Bernyanyi
Medium musik pertama yang dimiliki manusia diduga adalah bernyanyi. Suara manusia diperkirakan merupakan medium musikal yang mendasari medium-medium musik lainnya. Musik vokal/bernyanyi memiliki ekspresi yang paling natural, komunikasi yang paling langsung, dan merupakan kehalusan dari gambaran perasaan/emosi dan musik, serta kualitas kemanusiaan secara umum, karena vokal berasal dari tubuh si penyanyinya sendiri.
Bernyanyi merupakan suatu bagian yang penting dalam pengembangan diri anak. Dalam bernyanyi, anak-anak akan dapat mengekspresikan apa yang dirasakan, dipikirkan, diimpikan secara pribadi, dan melalui bernyanyilah anak akan bersentuhan dengan sesuatu yang indah. Dengan demikian ada 2 (dua) hal yang perlu menjadi perhatian guru, yakni bagaimana memperkenalkan bernyanyi pada anak-anak, dan apa serta kapan mereka bernyanyi.
Dalam menentukan kapan akan dilakukan kegiatan bernyanyi perlu diperhatikan waktu dan durasi kegiatan tersebut. Penempatan mata acara bernyanyi bersama sebaiknya perlu diperhatikan jenis mata acara sebelum dan sesudahnya. Pemilihan durasi atau waktu yang diperlukan untuk bernyanyi bersama Anda perlu memperhatikan faktor tingkat usia dan kemampuan fisik anak. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan hal-hal lain, seperti posisi dan format bernyanyi, serta alat musik yang akan digunakan.
Warna suara anak-anak biasanya tinggi, ringan, dan melengking (seperti suara suling). Karakter suara ini harus disesuaikan dengan lagu-lagu anak. Kualitas suara anak tergantung pada faktor-faktor seperti pengalaman musikal, struktur dan perkembangan fisik anak, serta contoh-contoh nyanyian yang pernah didengar mereka.
Bernyanyi yang benar tidaklah sesederhana yang diperkirakan, menyuarakan notasi dalam bentuk teks lagu, bernapas, melembutkan dan mengeraskan volume, berusaha mengekspresikan dengan gerak tubuh, lalu selesai. Dalam bernyanyi ada teknik-teknik yang harus dikuasai sehingga suara yang akan dihasilkan adalah suara “orang bernyanyi”. Beberapa teknik yang perlu dikuasai adalah pembentukan dan olah suara, pernapasan, pengucapan, penguatan resonansi, vokalisi, dan penjiwaan.
Keterampilan Bermain Musik
Pengimitasian alat musik dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada anak didik dan guru dalam mengekplorasi berbagai sumber bunyi instrumen dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar kita. Selain itu dengan mengimitasi bunyi instrumen guru dan anak didik akan memperoleh beberapa alat musik sederhana yang mungkin sulit diperoleh di tempat mengajar Anda. Melalui pengimitasian alat musik, anak didik dan guru memperoleh kesempatan mengkreasikan instrumen musik dan bermain bersama.
Namun demikian tetap sekolah harus memiliki beberapa instrumen yang “wajib” dimiliki untuk keperluan pembelajaran di kelas terutama berdasarkan jenis alat musik seperti instrumen melodis dan ritmis, dan alat musik berdasarkan karakter suaranya.
Dalam mempelajari alat musik berbilah, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah organologi alat musiknya. Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah teknik penjarian dan teknik meniup (pianika).
Alat musik tiup memerlukan penguasaan pernapasan yang bagus agar dihasilkan nada-nada yang standar tidak berubah selain menguasai teknik penjariannya. Teknik menyelaraskan perlu juga dikuasai agar guru dapat menyesuaikan pitch alat musik dengan pitch suara anak didik.
Sementara untuk mempelajari alat musik petik, pertama-tama Anda harus menguasai betul teknik penjarian agar dihasilkan nada-nada yang harmonis. Ada dua teknik memetik gitar, yakni dipetik secara bersamaan dan petikan satu persatu dawai gitar.
Kemampuan Dasar Musik Anak Usia TK
Pada pendidikan seni musik kemampuan dasar musik harus memperhatikan aspek: intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, estetik dan kreativitas.
1. Aspek intelektual adalah aspek yang berkaitan kemampuan dengan berpikir dan pemahaman atau kognisi dalam kegiatan musik.
2. Aspek emosional adalah aspek yang berkaitan dengan pengendalian emosi, antara lain mengenai ketekunan, kesabaran dan rasa aman dalam kegiatan musik
3. Aspek sosial adalah aspek yang berkaitan dengan kemampuan anak dalam berhubungan dengan orang lain dan lingkungannya dalam kegiatan musik.
4. Aspek perseptual adalah aspek yang berkaitan dengan kemampuan menanggapi hasil pengamatan dalam kegiatan musik.
5. Aspek fisikal adalah aspek yang berkaitan dengan kemampuan tubuh, terutama dalam pengendalian gerak.
6. Aspek estetik adalah aspek yang berkaitan dengan rasa keindahan dalam kegiatan musik..
7. Aspek kreativitas adalah aspek yang berkaitan dengan kemampuan mencipta dalam kegiatan musik.
Semua kegiatan diharapkan memperhatikan aspek mental dan fisikal agar tujuan pendidikan dapat dicapai secara seimbang sesuai dengan tingkat perkembangan dan hakikat anak. Oleh sebab itu pendidik diharapkan mampu memahami perkembangan anak dan pendidik mampu menentukan bahan dan kegiatan yang tepat bagi anak.
Karakteristik Musik Anak TK
Ada tiga aspek penunjang utama dalam pengembangan anak menyeluruh yaitu aspek pengembangan fisik, pengembangan sosial dan intelektual.
Pengembangan fisik: pada dasarnya anak suka bergerak. Melalui kegiatan musik, dengan musik dan dalam musik terjadi gerak. Kemampuan menunjang perkembangan musik keterampilan menggunakan otot besar dan otot halus.
Pengembangan aspek sosial: pada dasarnya anak adalah makhluk sosial yang memerlukan hubungan dengan orang lain. Perkembangan sosial dapat dilakukan dalam kegiatan musik dengan kegiatan bersama dan memberikan kesempatan kepada anak mengenal keragaman budaya.
Pengembangan aspek intelektual: biasanya pada satu objek dan kegiatan tingkat anak menyukai tantangan, suka pada cerita yang menarik imajinatif, dramatis dan fantastis mulai dapat dilatih berpikir asosiasi dan logis.
Anak mulai mengenal bilangan, hitungan, bentuk geometri serta membaca simbol, melalui kegiatan musik berupa ritme, bentuk dan syair lagu. Dalam kegiatan musik anak mengembangkan kemampuan intelektualnya.
Karakteristik atau ciri khusus musik anak pada pembahasan ini ditinjau dari suara anak dan permainan musik dan yang berkaitan erat dengan kegiatan musik.
Karakter suara anak dalam kegiatan bernyanyi ditinjau dari warna suara anak, batas jangkauan nada yang dapat dicapai oleh anak TK, interval yang dapat dijangkau ; koordinasi dalam bernyanyi, bernafas berada pada taraf penyesuaian (asimilasi) dan melakukan gerak anggota tubuh yang lain.
Karakter musik yang sesuai untuk dimainkan maupun dinyanyikan oleh anak memiliki batasan: mudah diingat, menarik minat anak, nyaman dimainkan dan dinyanyikan (bukan menyebabkan hambatan dan kesulitan yang mengganggu anak) ditinjau dari segi ritme, interval, birama, perulangan , gerak, jumlah nada dan unsur yang mengandung sifat permainan (game) dan komunikatif.
Penerapan Konsep Dasar Musik pada Anak TK
Ada 5 (lima) kegiatan yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mencapai kemampuan musik estetis dan benar, yaitu dengan mendengarkan, menyanyi, berekspresi dengan kualitas bunyi, mengekspresikan diri melalui bernyanyi, dan bermain musik, serta mengembangkan kreativitas.
Konsep dasar dan elemen musik yang perlu dimiliki anak dilakukan melalui pengalaman anak. Elemen itu meliputi: ritme, melodi, volume, timbre, bentuk (desain), tekstur dan karakter musik. Penanaman konsep dasar dan elemen musik dilakukan sesuai dengan perkembangan anak. Materi yang dapat diterapkan dalam kegiatan musik harus memperhatikan aspek kompetensi intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, kreativitas, dan estetika dalam musik.
Merancang Pagelaran Musik di TK
Kegiatan musik bersifat terbuka dan tertutup. Kegiatan terbuka antara lain yaitu mempergelarkan musik dalam skala kecil maupun dalam skala besar. Kegiatan dalam skala kecil biasanya diadakan di dalam kelas, di sekolah dan dihadiri teman. Kegiatan pergelaran sebagai tontonan dihadapan banyak orang diadakan di lingkungan sekolah atau di luar sekolah.
Rancangan pergelaran amat penting untuk kemudahan semua pihak. Berikut diagramnya.
GBR
Anda menentukan corak dan besarnya pergelaran sesuai dengan tujuan pergelaran dan disesuaikan dengan kondisi serta situasi sekolah dengan sumber daya yang tersedia. Lebih baik pergelaran Anda kecil tapi rapi dan apik daripada besar tetapi kacau. Untuk mencapainya perlu diperhatikan hal-hal berikut.
• Latihan harus dilakukan sesuai hakikat dan perkembangan anak. Suasana latihan perlu dijaga agar nyaman bagi anak.
• Guru dapat bermain peran pada pementasan bila diperlukan. Hal ini tergantung pada tujuan pementasan dan jalan cerita.
• Walaupun dalam bentuk pergelaran, konsep dasar pendidikan musik harus terwujud di dalamnya yaitu mendengarkan, menyanyi, bermain, musik, ekspresif, kreatif yang bermuara pada estetis. Pergelaran hendaknya memberikan pula kesempatan tiap individu anak berperan dalam kegiatan musik khususnya dan dalam kegiatan seni lain.

Gitar… Dimanakah Sengatmu???

Sosbud

Gitar… Dimanakah Sengatmu???

OPINI | 22 February 2011 | 19:18 86 20 2 dari 2 Kompasianer menilai bermanfaat

12983454562060384512
“Hei! udah sore nih…jangan gitaran aja dong!!”.
Di bagian lain,seorang ketua RT berkeluh kesah :
“Wah,banyak pemuda di kampung kita yang kerjanya Cuma gitaran melulu..”
.Juga seorang ibu dari seorang anak SMP yang dengan kesalnya setengah berteriak…
”STOP!!udah sih!! Berhenti!! Hentikan tuh gitaran mu!!! Jrang jreng jrang jreng tak karuan..”
Ilustrasi tersebut setidaknya menyiratkan pada kita bahwa sampai detik ini,bermain gitar masih diidentikkan dengan kegiatan yang kurang bermakna.Kegiatan pengisi waktu yang malah membuang waktu.Juga sebuah aktifitas yang “mengganggu” sampai batas tertentu.
Yang menarik adalah,jika kita cermati,hampir tidak ada,dan mungkin malah tidak akan pernah ada, orang, atau orang tua yang berteriak “SUDAH JANGAN BERPIANO TERUS’. Kenapa fenomena ini terjadi?,Faktual yang paling mudah ditengarai adalah karena alat musik piano berharga mahal bahkan sangat mahal. Jadi logikanya,karena piano sudah dibeli dengan sangat mahal,orang tua malah akan sangat gembira jika sang anak terus menerus keasyikan bermain piano. Berbeda dengan gitar yang dengan lima ratus ribu rupiah saja sudah bisa mendapat gitar kualitas bagus. Untuk piano….hehehehe…dua puluh juta pun hanya mendapat piano bekas yang disana sini mulai dihinggapi rayap.
12983434381976298610
Lute
1298343306585757177
Vihuela
Dan that’s guitar. Itulah gitar. Senantiasa dipandang sebelah mata.,dinilai rendah dan dimiskinkan.Kadang hanya karena persepsi yang dibangun oleh sebuah identitas dan keidentikan yang semu semata. Sejak awal perkembangannya gitar memang sarat dengan penilaian under estimate. Ada serangkaian kisah menarik tentang gitar. Barangkali saja kisah tersebut sempat menyapa otak dan menebarkan aroma di sanubari kita semua bahwa tidak selamanya yang murah dan merakyat itu tidak punya kelas.
Banyak para musikolog yang meyakini bahwa gitar berasal dari keluarga vihuela dan chitarra roman.Alat musik kuno yang sangat populer di Eropa.Dari vihuela dan chitarra roman,yang berkembang di Syria menjadi alat musik oud (gitar Arab dengan bodi seperti buah terong),dan yang berkembang di Spanyol menjadi gitar seperti yang kita kenal sekarang ini,Sejak awal perkembangan gitar,sebetulnya telah banyak ditulis buku-buku tentang metode dan teknik bermain gitar.Seperti karya Fernando Sor,Dionisio Aguado dan Ferdinando Carulli.Namun debut mereka seakan terpupuskan oleh kepopuleran lute (alat musik petik mirip oud) yang masa itu sangat populer di kalangan istana kerajaan di Eropa.
1298344116290880902
Oud
Iklim segar bagi gitar nampaknya dimulai ketika Fransisco Tarrega memulai debutnya.Dari Tarrega inilah kita mengenal posisi memegang gitar seperti yang lazim digunakan gitaris klasik masa kini.Yakni gitar bersandar pada kaki kiri yang ditopang oleh footstool.Posisi ini memungkinkan tangan kiri dan jari-jari bergerak dengan sangat leluasa.Tarrega juga memulai eksplorasi imitasi bunyi dengan dawai gitar.Diantaranya adalah imitasi bunyi snare drum,tambur,clarinet sampai bunyi instrumen tiup fagot.Juga diperkenalkan teknik penjarian yang mengadaptasi teknik penjarian alat musik piano.Sedemikian piawainya Fransisco Tarrega memainkan gitar hingga ada ungkapan bahwa DI TANGAN TARREGA GITAR BISA MENANGIS DAN TERTAWA.Kepiawaian Tarrega ternyata tidak disertai dengan publikasi dan popularitas.Tarrega hanya kerap bermain bagi kalangan yang sangat terbatas.Hanya untuk para siswa dan sahabat dekatnya saja.Beruntung,dari salah satu siswanya,ada yang berhasil membuat debut yang menakjubkan dan bahkan menjadikan gitar memperoleh harkat dan martabat yang layak bagi sebuah alat musik seni.Dia adalah ANDRES SEGOVIA.Legenda gitar yang abadi.
1298344294384690116
ANDRES SEGOVIA
Debut Andres Segovia dimulai ketika dia mengadakan sebuah konser.Sebelum konser,tersebar berita bahwa dalam konser nanti komposisi karya Johann Sebastian Bach akan diperdengarkan melalui gitar.Komposisi yang dimaksud adalah CHACONNE yang diperuntukkan bagi solo biola.Banyak orang yang mentertawakan bahkan melecehkan Andres Segovia.Bagaimana mungkin,gitar yang saat itu lebih populer hanya sebagai pengiring lagu rakyat jelata bisa memainkan score biola yang rumit dan kompleks.Dan ternyata Andres Segovia mampu menepis semua cibiran.Chaconne karya Bach berhasil dimainkan dengan sama indahnya seperti saat dialunkan dengan biola.Sejak itulah pamor gitar menjadi naik.Bukan sekedar alat musik pengiring belaka melainkan juga sebuah alat musik dengan virtuositas yang tinggi.
Wow…. siapa bilang Gitar tak bersengat???  Gitar dapat dimainkan dengan sangat bersahaja sekaligus dapat didalami sampai ke tingkat master.
The last!! it’s me and my Guitar :)

12983463881120898226

Sejarah Perkembangan Musik Dunia Dan Hubungannya Dengan Gereja ( Bagaimana Pandangan Islam Mengenai Alat Musik? )

Sejak abad ke-2 dan abad ke-3 sebelum Masehi, di Tiongkok dan Mesir ada musik yang mempunyai bentuk tertentu. Dengan mendapat pengaruh dari Mesir dan Babilon, berkembanglah musik Hibrani yang dikemudian hari berkembang menjadi musik Gereja.

Musik itu kemudian disenangi oleh masyarakat, karena adanya pemain-pemain musik yang mengembara serta menyanyikan lagu yang dipakai pada upacara Gereja. Musik itu tersebar di seluruh Eropa kemudian tumbuh berkembang, dan musik instrumental maju dengan pesat setelah ada perbaikan pada alat-alat musik, misalnya biola dan cello. Kemudian timbulah alat musik Orgel. Komponis besar muncul di Jerman, Prancis, Italia, dan Rusia. Dalam abad ke 19, rasa kebangsaan mulai bangun dan berkembang. Oleh karena itu perkembangan musik pecah menurut kebangsaannya masing-masing, meskipun pada permulaannya sama-sama bergaya Romantik. Mulai abad 20, Prancis menjadi pelopor dengan musik Impresionistis yang segera diganti dengan musik Ekspresionistis.



A. Perkembangan Musik Dunia

Musik sudah ada sejak Zaman purbakala dan dipergunakan sebagai alat untuk mengiringi upacara-upacara kepercayaan. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan,disebabkan terjadinya perubahan keadaan dunia yang makin meningkat. Musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi

PERKEMBANGAN MUSIK DUNIA TERBAGI DALAM ENAM ZAMAN :

1. Zaman Abad Pertengahan

Zaman Abad Pertengahan sejarah kebudayaan adalah Zaman antara berakhirnya kerajaan Romawi (476 M) sampai dengan Zaman Reformasi agama Kristen oleh Marthen Luther (1572M). perkembangan Musik pada Zaman ini disebabkan oleh terjadinya perubahan keadaan dunia yang semakin meningkat, yang menyebabkan penemuan-penemuan baru dalam segala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Perubahan dalam sejarah musik adalah bahwa musik tidak lagi dititikberatkan pada kepentingan keagamaan tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi, sebagai sarana hiburan.

Perkembangan selanjutnya adalah adanya perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar teori musik yang dikembangkan oleh Guido d’ Arezzo (1050 M)

Musik dengan menggunakan beberapa suara berkembang di Eropa Barat. Musik Greogrian disempurnakan oleh Paus Gregorius.

Pelopor Musik pada Zaman Pertengahan adalah :

1. Gullanme Dufay dari Prancis.
2. Adam de la halle dari Jerman.


2. Zaman Renaisance (1500 – 1600)

Zaman Renaisance adalah zaman setelah abad Pertengahan, Renaisance artinya Kelahiran Kembali tingkat Kebudayaan tinggi yang telah hilang pada Zaman Romawi. Musik dipelajari dengan cirri-ciri khusus, contoh nyanyian percintaan, nyanyian keperwiraan. Sebaliknya musik Gereja mengalami kemunduran. Pada zaman ini alat musik Piano dan Organ sudah dikenal, sehingga munculah musik Instrumental. Di kota Florence berkembang seni Opera. Opera adalah sandiwara dengan iringan musik disertai oloeh para penyanyinya.

Komponis-komponis pada Zaman Renaisance diantaranya :

1. Giovanni Gabrieli (1557 – 1612) dari Italia.
2. Galilei (1533 – 1591) dari Italia.
3. Claudio Monteverdi (1567 – 1643) dari Venesia.
4. Jean Baptiste Lully (1632 – 1687) dari Prancis.


3. Zaman Barok dan Rokoko

Kemajuan musik pada zaman pertengahan ditandai dengan munculnya aliran-aliran musik baru, diantaranya adalah aliran Barok dan Rokoko. Kedua aliran ini hamper sama sifatnya, yaitu adanya pemakaian Ornamentik (Hiasan Musik). Perbedaannya adalah bahwa musik Barok memakai Ornamentik yang deserahkan pada Improvisasi spontan oleh pemain, sedangkan pada musik Rokoko semua hiasan Ornamentik dicatat.

Komponis-komponis pada Zaman Barok dan Rokoko :

A. Johan Sebastian Bach
Lahir tanggal 21 Maret 1685 di Eisenach Jerman, meninggal tanggal 28 Juli 1750 di Lipzig Jerman. Hasil karyanya yang amat indah dan terkenal:

1. St. Mathew Passion.
2. Misa dalam b minor.
3. 13 buah konser piano dengan orkes
4. 6 buah Konserto Brandenburg


Gubahan-gubahannya mendasari musik modern. Sebastian Bach menciptakan musik Koral (musik untuk Khotbah Gereja) dan menciptakan lagu-lagu instrumental.

Pada akhir hidupnya Sebastian Bach menjadi buta dan meninggal di Leipzig

B. George Fredrick Haendel
Lahir di Halle Saxony 23 Februari 1685 di London, meninggal di London tanggal 14 April 1759. Semasa kecilnya dia sudah memperlihatkan bekat keahlian dalam bermain musik. Pada tahun 1703,ia pindah ke Hamburg untuk menjadi anggaota Orkes Opera. Tahun 1712 ia kembali mengunjungi Inggris. Hasil ciptaannya yang terkenal adalah ;

1. Messiah, yang merupakan Oratorio (nama sejenis musik) yang terkenal.
2. Water Musik (Musik Air).
3. Fire Work Music (Musik Petasan).


Water Musik dan Fire Work Music merupakan Orkestranya yang paling terkenal. Dia meninggal di London dan dimakamkan di Westminster Abbey.

4. Zaman Klasik (1750 – 1820)

Sejarah musik klasik dimukai pada tahun 1750, setelah berakhirnya musik Barok dan Rokoko.

Ciri-ciri Zaman musik Klasik:

a. Penggunaan dinamika dari Keras menjadi Lembut, Crassendo dan Decrasscendo.
b. Perubahan tempo dengan accelerando (semakin Cepat) dan Ritarteando (semakin lembut).
c. Pemakaian Ornamentik dibatasi
d. Penggunaan Accodr 3 nada.


Komponis-komponis pada Zaman Klasik antara lain :

1. Frans Joseph Haydn (1732 – 1809),
Lahir di Rohrau Austria, ia meninggal tanggal 31 Mei 1809 di Wina Austria. Karya ciptaannya yaitu : Sonata Piano, 87 buah kuartet, 24 buah opera, 100 buah simfoni, yang paling terkenal adalah The Surprisse Sympony. Dalam sejarah musik, Joseph Haydn termashur sebagai Bapak Simfony yang mewujudkan bentuk orkes dan kuartet seperti yang kita kenal sekarang. Di Wina ia diakui sebagai Komponis Austria yang handal.

2. Wolfgang Amandeus Mozart (1756 – 1791)
Lahir pada tanggal 27 januari 1756 di Salzburg Austria, meninggal tanggal 5 Desember 1791 di Wina Austria. Hasil karyanya adalah : Requiem Mars, 40 buah Simfony, Opera Don Geovani, Kuintet Biola Alto, Konserto Piano. Pada usia 3 tahun ia telah dapat menghasilkan melodi dan menerapkan accor pada hrpsikord. Pada usia 5 tahun ia telah mulai menciptakan lagu dan muncul didepan umum pada usia 6 tahun, kemudian bersama saudara perempuannya mengadakan Tour keliling Eropa. Pada tahun 1781 ia pindah ke kota Wina dan mengarang ciptaan-ciptaannya yang termaahur. Permainannya sangat menakjubkan, sehingga dijiluki Anak Ajaib. Biarpun memperoleh banyak sukses, tapi ia sangat miskin dan dalam keadaan yang sengsara, ia meninggal di Wina dalam usia 35 tahun dan dikuburkan di pekuburan fakir miskin. Ia menulis banyak komposisi dalam bentuk yang berbeda-beda tetapi berpegang kuat pada gaya klasik murni.

5. Zaman Romantik (1820 – 1900)

Musik romantic sangat mementingkan perasaan yang subyaktif. Musik bukan saja dipergunakan untuk mencapai keindahan nada-nada, akan tetapi digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Oleh karena itu, dinamika dan tempo banyak dipakai. Komponis-komponis pada Zaman romantic adalah :

a. Ludwig Von Bethoven dari Jerman.
b. Franz Peter Schubert dari Wina.
c. Francois Fredrick Chopin dari Polandia
d. Robert Alexander Schumann dari jerman.
e. Johanes Brahms dari Hamburg Jerman.


Riwayat Haidup Komponis Zaman Romantik :

A. Ludwig Von Beethoven (1770 – 1827)
Lahir Desember 1770 di Bonn Jerman, ia meninggal tanggal 26 Maret 1827 di Wina Austria. Ia menamakan dirinya sebagai Pujangga Nada. Sejak usia 4 tahun dia belajar musik dibawah asuhan ayanhnya. Pada usia 17 tahun ia pergi ke Wina menemui komponis Mozart, kemudian Mozart memberi bimbingan musik kepadanya, sehingga ia dapat menjadi pemain musik yang baik danm komonis yang berbakat. Pada usia 30 tahun pendengarannya mulai berkurang, dan usia 50 tahun pendengarannya tuli sama sekali. Pada waktu ciptaannya Ninth Symphonies lahir, ia tidak mampu lagi mendengarkan hasil karyanya itu. Pada tanggal 26 Maret 1827, dia meninggal di Wina. Ia hidup dengan sangat menderita, tetapi mampu menciptakan Sonata dunia yang paling indah. Hasil ciptaannya antara lain :

- 5 buah sonata cello dan piano.
- 9 buah symfoni
- 32 sonata piano.


B. Franz Peter Scubert (1797 – 1828)
Lahir di Wina 31 Januari 1797, dia meninggal tanggal 19 Desember 1828, ciptaannya antara lain : Ave Maria, The Erl King, Antinghed Symphony, Gretchen At The Spining Sheel, The Wild Rose. Schubert mempunyai suara yang merdu dan menjadi penyayi paduan suara Imperial Choir. Kemudian ia memperdalam pengetahuan musiknya dibidang komposisi. Pada waktu meninggal, Ia tidak dikenal orang banyak dan berpasan agar dikuburkan dekat makan Beethoven. Dia meninggalkan 100 buah hasil karyanya, kebanyakan lagu-lagu solo.

C. Wilhelm Richard Wagner (1813 – 1883)
Lahir tanggal 22 Mei 1813 di Leipzig Jerman, meninggal 13 Februari 1883 di Venesia. Hasil ciptaannya antaralain : Tannhauser, Die Maistersinger Von Hurberg, Lohengrin, Der Fliegende Holander.

D. Johannes Brahms (1883 – 1897)
Lahir 7 Mei 1883 di Hamburg Jerman, ia meninggal 3 April 1897 di Wina Austria. Hasil ciptaannya : Hungarian Dance, Muskoor Ein Deusches Requiem, Kuartet gesek.. paa usia 14 tahun ia telah menjadi pianis yang baik. Dia adalah seorang komponis terakhir dari aliran Romantik, karyanya sangat indah.

6. Zaman Modern (1900 – sekarang)

Musik pada Zaman ini tidak mengakui adanya hukum-hukum dan peraturan-peraturan, karena kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin pesat, misalnya penemuan dibidang teknik seperti Film, Radio, dan Televisi. Pada masa ini orang ingin mengungkapkan sesuatu dengan bebas.

Komponis-komponis pada Zaman Modern :

1. Claude Achille Debussy dari Prancis
2. Bella Bartok dari Honggaria.
3. Maurice Ravel dari Prancis.
4. Igor Fedorovinsky dari Rusia
5. Edward Benyamin Britten dari Inggris.



Sumber:
http://justrangga.multiply.com/journal/item/18/SEJARAH_PERKEMBANGAN_MUSIK_DUNIA
________________

Alat-alat Musik Dalam Injil

JFB Lama 1 Tawarikh 15:16
Daud memerintahkan para kepala orang Lewi itu, supaya mereka menyuruh berdiri saudara-saudara sepuak mereka, yakni para penyanyi, dengan membawa alat-alat musik seperti gambus, kecapi dan ceracap, untuk memperdengarkan dengan nyaring lagu-lagu gembira.

JFB Lama 1 Tawarikh 16:42
Pada Heman dan Yedutun itu ada nafiri dan ceracap untuk para pemain, juga alat-alat musik pengiring nyanyian untuk Allah. Dan anak-anak Yedutun harus menjaga pintu gerbang.

JFB Lama 1 Tawarikh 23:5
empat ribu orang menjadi penunggu pintu gerbang; dan empat ribu orang menjadi pemuji TUHAN dengan alat-alat musik yang telah kubuat untuk melagukan puji-pujian," kata Daud.

JFB Lama 2 Tawarikh 5:13
Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan,

JFB Lama 2 Tawarikh 7:6
Para imam telah siap berdiri pada tempat mereka. Begitu pula orang-orang Lewi telah siap dengan alat-alat musik untuk memuliakan TUHAN, yakni alat-alat musik yang dibuat raja Daud untuk mengiringi nyanyian syukur bagi TUHAN: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" setiap kali mereka ditugaskan Daud menyanyikan puji-pujian. Dalam pada itu para imam berdiri berhadapan dengan mereka sambil meniup nafiri, sedang segenap orang Israel berdiri.

JFB Lama 2 Tawarikh 23:13
Lalu dilihatnyalah raja berdiri dekat tiangnya pada jalan masuk, sedang para pemimpin dengan para pemegang nafiri ada dekat raja. Dan seluruh rakyat negeri bersukaria sambil meniup nafiri, sedang para penyanyi dengan alat-alat musik mereka, memimpin nyanyian puji-pujian. Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berkata: "Khianat, khianat!"

JFB Lama 2 Tawarikh 29:26
Maka berdirilah orang-orang Lewi dengan alat-alat musik Daud, demikian pula para imam dengan nafiri.

JFB Lama 2 Tawarikh 29:27
Lalu Hizkia memerintahkan untuk mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah. Pada saat persembahan korban bakaran dimulai, mulailah pula dinyanyikan nyanyian bagi TUHAN dan dibunyikan nafiri, dengan iringan alat-alat musik Daud, raja Israel.

JFB Lama 2 Tawarikh 34:12
Orang-orang itu melakukan pekerjaan itu dengan setia. Orang-orang yang diangkat menjadi pengawas mereka ialah: Yahat dan Obaja, orang-orang Lewi dari bani Merari, sedangkan Zakharia dan Mesulam dari bani Kehat mengepalai semua. Dan semua orang Lewi yang pandai memainkan alat-alat musik,

------------------------

BAGAIMANA HUKUM NYANYIAN & ALAT MUSIK DALAM ISLAM?



Firman Allah Ta'ala:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (Luqman: 6)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Akan ada beberapa kelompok orang dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, khamer, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari).
Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu ketika menafsirkan ayat di atas berkata:
“Yang dimaksud dengan lahwal hadits(perkataan yang tidak berguna) itu adalah nyanyian, demi Allah yang tidak ada sesembahan kecuali Dia (3x).” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Jarir, dan lainnya dengan sanad shahih. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Tahrim Alat Ath-Tharb, hal 143).
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu ketika menafsirkan ayat di atas berkata:
“Ayat ini turun tentang nyanyian dan semacamnya.” (HR. Bukhari). Beliau juga berkata, “Rebana haram, al-ma’azif (alat-musik apapun) haram, al-kuubah (beduk, gendang, drum, dan sejenisnya) haram, dan seruling haram.” (Muntaqan Nafis Min Talbis Iblis, hal. 306).
Ikrimah radhiyallahu 'anhu ketika menafsirkan ayat di atas berkata:
“Itu adalah nyanyian.” (HR. Bukhari).
Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu ketika melewati sekelompok orang berihram, di antara mereka ada seorang laki-laki yang bernyanyi, maka beliau berkata:
“Ingatlah, semoga Allah tidak mendengarkan kamu.” (Muntaqan Nafis Min Talbis Iblis, hal. 306).
Umar bin Abdul Aziz rahimahullah menulis surat kepada guru anaknya:
“Hendaklah pertama kali yang diyakini anak-anakku dari tata-kramamu adalah membenci nyanyian, yang awalnya dari setan dan akhirnya adalah kemurkaan Ar-Rahman Jalla Wa ‘Alla. Karena sesungguhnya telah sampai kepadaku dari para ulama yang terpercaya bahwa menghadiri alat-alat musik dan mendengarkan nyanyian serta menyukainya akan menumbuhkan kemunafikan di dalam hati, sebagaimana air akan menumbuhkan rerumputan. Demi Allah, sesungguhnya menjaga hal itu dengan tidak mendatangi tempat-tempat tersebut, lebih mudah bagi orang yang berakal, daripada bercokolnya kemunafikan di dalam hati.” (Muntaqan Nafis Min Talbis Iblis, hal. 306).
Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata:
“Nyanyian adalah mantra setan.” Ad-Dhahhak berkata, “Nyanyian akan merusak hati dan menjadikan Allah murka.” (Ibid).
Abuth Thayyib Ath-Thabari berkata:
“Imam Abu Hanifah membenci nyanyian, walaupun beliau membolehkan minum nabidz (sari buah yang diperas). Beliau menganggap mendengarkan nyanyian termasuk perbuatan dosa. Demikian juga pendapat seluruh ulama Kufah: Ibrahim, Asy-Sya’bi, Hammad, Sufyan Ats-Tsauri, dan lainnya. Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan mereka tentang hal itu. (Muntaqan Nafis Min Talbis Iblis, 300-301).
Imam Malik rahimahullah ketika ditanya tentang nyanyian menjawab:
“Sesungguhnya yang melakukan di kalangan kita, hanyalah orang-orang fasik.” (Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis).
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:
“Nyanyian merupakan perkara melalaikan yang dibenci, menyerupai kebatilan. Barangsiapa memperbanyaknya, maka dia seorang yang bodoh, persaksiannya ditolak.” (Muntaqan Nafis Min Talbis Iblis, 301).
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata kepada putranya Abdullah bin Ahmad:
“Nyanyian menumbuhkan kemunafikan di dalam hati.” Ketika ditanya tentang qasidah, maka beliau menjawab, “Aku membencinya, itu bid’ah, janganlah bergaul dengan mereka.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
“Sesungguhnya imam empat sepakat tentang keharaman al-ma’azif, yaitu alat-alat hiburan, seperti ‘ud (banjo: nama alat musik seperti rebab) dan semacamnya. Seandainya seseorang merusaknya, maka menurut mereka (imam empat) orang tersebut tidak diharuskan menggantinya. Bahkan menurut mereka haram memilikinya.” (Minhajus Sunnah, 3, 439. Lihat Tahrim Alat Ath-Tharb, 99).
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:
“Sisi penunjukan dalil (keharaman alat-alat musik) bahwa al-ma’azif adalah alat-alat hiburan semuanya, tidak ada perselisihan di antara ahli bahasa dalam hal ini. Seandainya hal itu halal, niscaya Nabi tidak mencela mereka terhadap penghalalannya. Beliau telah mengancam orang-orang yang menghalalkan al-ma’azif dengan dibenamkan oleh Allah ke dalam bumi, dan merobah mereka menjadi kera dan babi.” (Ighasatul Lahfan, 1, 260-261).
Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi (penasehat dan pengajar tafsir di Masjid Nabawi Madinah) berkata:
“Kaum muslimin selama berabad-abad hidup dengan keyakinan, bahwa siapa yang menghalalkan hal-hal haram, ia telah kafir, demikian pula halnya dengan mereka yang mengingkari persoalan absolut dalam agama. Tidak pernah terlintas dalam khayalan kaum muslimin saat itu, jika suatu saat nanti akan ada di antara kaum muslimin yang menghalalkan perkara yang diharamkan oleh Allah (dan Rasul-Nya). Hanya saja Rasulullah telah mengabarkan, bahwa yang demikian itu pasti akan terjadi dan termasuk tanda-tanda kiamat.

Imam Bukhari telah meriwayatkan kepada kita sabda Nabi, “Akan ada di antara umatku yang menghalalkan zina, sutera, khamer dan musik.” Imam Thabari turut meriwayatkan pula sabda beliau yang dinukil dari Sahl bin Sa’ad Al-Anshari, “Akan ada di akhir zaman nanti gerhana, tuduhan zina dan hilangnya jati diri.” Para sahabat bertanya, “Kapan hal itu terjadi wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Apabila telah muncul musik dan biduanita serta dihalalkan khamer.”
Bila kita melayangkan pandangan sekilas ke wilayah Islam, mulai dari ujung timur Indonesia hingga bagian barat kerajaan Maroko, kita akan dapati seakan-akan apa yang disebutkan dalam hadits-hadits tersebut telah menjadi kenyataan. Khamer diproduksi dan diekspor ke kebanyakan negeri Islam, lalu diimpor dan diperjualbelikan serta diminum di kebanyakan negeri Islam yang lain. Bukankah yang demikian ini termasuk menghalalkannya? Pembukaan panti-panti untuk menampung anak-anak hasil zina, memungut anak-anak hasil “kecelakaan” serta merasa bangga dengan hal itu sambil menggelari anak-anak tersebut sebagai anak-anak bangsa, lalu mendidik mereka dalam lingkungan yang jauh dari agama serta moral mulia. Bukankah hal ini juga adalah sikap menghalalkan zina? Semaraknya nyanyian yang mengumbar napsu dengan suara para banci (penyanyi pria) dan pezina siang dan malam di rumah-rumah, di toko-toko, di jalan-jalan serta di atas angkutan hingga pesawat terbang. Bukankah ini menghalalkan musik dan nyanyian?
Saya kira tidak ada jawaban dari seorang pun yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya terhadap setiap pertanyaan tersebut, melainkan akan mengatakan benar…benarlah demikian. Sungguh benar apa yang diberitakan oleh Rasulullah, kini semuanya telah menjadi kenyataan sebagaimana yang beliau beritakan. Maka, kenabian dan risalah beliau kembali terbukti dan hari kiamat pun semakin dekat.
Adakah yang mau kembali kepada Allah wahai hamba Allah? Adakah yang mau bertaubat dengan meninggalkan zina, nyanyian, minum khamer serta makan riba?” (Pesan Dari Masjidil Haram, 202-203).
Dari penjelasan singkat di atas, jelaslah sudah bahwa alat musik adalah haram, kecuali yang diperbolehkan oleh syari’at, yaitu duff (rebana tanpa lonceng di lingkarannya. Jika ada loncengnya maka namanya adalah muzhir, demikian disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari). Adapun nyanyian yang diiringi duff yang dibolehkan (sebagai keringanan) adalah yang dimainkan oleh wanita di waktu walimah pernikahan dan oleh gadis-gadis kecil saat hari raya sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih.
Adapun apa yang sekarang ini disebut sebagai Nasyid "Islami", maka para ulama telah mengeluarkan fatwanya bahwa itu adalah bid'ah & haram (sebab apa yang disebut sebagai nasyid "Islami" sekarang ini tidaklah sama dengan nasyid yang ada di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam). Di antara ulama yang telah mengeluarkan fatwanya adalah:
1. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah, lihat Al-Qaulul Mufiid fii Hukmiil Anaasyiid (hal. 31-32)
2. Syaikh Shalih bin Fauzan hafizhahullah, lihat Al-Khuthab Al-Mimbariyyah (III/184-185).
3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah, lihat Fataawaa Al-'Aqidah (hal. 651, no. 369)
4. Syaikh Ahmad bin Yahya bin Muhammad An-Najmi hafizhahullah, lihat Al-Mauridul 'Adzbuz Zulaal fiima intaqada 'alaa Ba'dhi Manaahiji ad-Daa'iyah minal 'Aqaa-idi wal A'maal (hal. 223).
5. Syaikh Bakr ABu Zaid hafizhahullah (mantan Imam Masjid Nabawi Madinah),, lihat Al-Qaulul Mufiid fii Hukmil Anaasyiid (hal. 46).
Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Untuk lebih jelasnya, silakan baca buku Hukum Lagu, Musik, dan Nasyid (Yazid bin Abdul Qadir Jawas), Adakah Musik Islami (Muslim Atsari), Pesan Dari Masjidil Haram (Syaikh Al-Jazairi), Noktah-Noktah Hitam Senandung Setan (Ibnul Qayyim), Polemik Seputar Musik dan Lagu (Syaikh Al-Albani), Menyelamatkan Hati Dari Tipu Daya Setan (Ibnul Qayyim), dan Fatwa-fatwa para mufti dari tanah suci. Allahu Ta'ala a'lam.
Semoga bermanfaat....
Dari artikel Abu Muhammad Herman
______________________________
Ibnu Hazm dibantah. MERAJALELANYA BUNYI-BUNYIAN [MUSIK] SERTA DIANGGAP HALAL


Oleh: Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil

MUKADIMAH
Artikel ini diambil dari sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.

Dan yang penting lagi, bahwa pembahasan ini merupakan dakwah kepada iman kepada Allah Ta'ala dan Hari Akhir, dan membenarkan apa yang disampaiakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, disamping itu juga merupakan seruan untuk bersiap-siap mencari bekal setelah mati nanti karena kiamat itu telah dekat dan telah banyak tanda-tandanya yang nampak.
________________________________


Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'ad bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Pada akhir zaman akan terjadi tanah longsor, kerusuhan, dan perubahan muka. 'Ada yang bertanya kepada Rasulullah'. Wahai Rasulullah, kapankah hal itu terjadi.? Beliau menjawab. 'Apabila telah merajalela bunyi-bunyian (musik) dan penyanyi-penyanyi wanita". [Bagian awalnya diriwayatkan oleh Ibnu Majah 2:1350 dengan tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi. Al-Haitsami berkata : 'Diriwayatkan oleh Thabrani dan di dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Abiz Zunad yang padanya terdapat kelemahan, sedangkan perawi-perawi yang lain bagi salah satu jalannya adalah perawi-perawi shahih'. Majma'uz Zawaid 8:10. Al-Albani berkata : 'Shahih'. Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 3:216 hadits no. 3559]

Pertanda (alamat) ini telah banyak terjadi pada masa lalu, dan sekarang lebih banyak lagi. Pada masa kini alat-alat dan permainan musik telah merata di mana-mana, dan biduan serta biduanita tak terbilang jumlahnya. Padahal, mereka itulah yang dimaksud dengan al-qainat (penyanyi-penyanyi) dalam hadits diatas. Dan yang lebih besar dari itu ialah banyaknya orang yang menghalalkan musik dan menyanyi. Padahal orang yang melakukannya telah diancam akan ditimpa tanah longsor, kerusuhan (penyakit muntah-muntah), dan penyakit yang dapat mengubah bentuk muka, sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas. Dan disebutkan dalam Shahih Bukhari rahimahullah, beliau berkata : telah berkata Hisyam bin Ammar (ia berkata) : telah menceritakan kepada kami Shidqah bin Khalid, kemudian beliau menyebutkan sanadnya hingga Abi Malik Al-Asy'ari Radhiyallahu 'anhu, bahwa dia mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sungguh akan ada hari bagi kalangan umat kaum yang menghalal kan perzinaan, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik. Dan sungguh akan ada kaum yang pergi ke tepi bukit yang tinggi, lalu para pengembala dengan kambingnya menggunjingi mereka, lantas mereka di datangi oleh seorang fakir untuk meminta sesuatu. Mereka berkata, 'Kembalilah kepada kami esok hari'. Kemudian pada malam harinya Allah membinasakan mereka dan menghempaskan bukit itu ke atas mereka, sedang yang lain (yang tidak binasa) diubah wajahnya menjadi monyet dan babi sampai hari kiamat".[Shahih Bukhari, Kitab Al-Asyrabah, Bab Maa Jaa-a fi Man Yastahillu Al-Khamra wa Yusammihi bi Ghairi Ismihi 10:51].

Ibnu Hazm menganggap bahwa hadits ini munqathi' (terputus sanad atau jalan periwayatannya), tidak bersambung antara Bukhari dan Shidqah bin Khalid [Al-Muhalla, karya Ibnu Hazm 9:59, dengan tahqiq Ahmad Syakir, Mansyurat Al-Maktab At-Tijari, Beirut].

Anggapan Ibnu Hazm ini disanggah oleh Ibnul Qayyim, dan beliau menjelaskan bahwa pendapat Ibnu Hazm itu batal dari enam segi [Tahdzib As-Sunan 5:270-272].

[1] Bahwa Bukhari telah bertemu Hisyam bin Ammar dan mendengar hadits darinya. Apabila beliau meriwayatkan hadits darinya secara mu'an'an (dengan menggunakan perkataan 'an /dari) maka hal itu telah disepakati sebagai muttashil karena antara Bukhari dan Hisyam adalah sezaman dan beliau mendengar darinya. Apabila beliau (Bukhari) berkata : "Telah berkata Hisyam" maka hal itu sama sekali tidak berbeda dengan kalau beliau berkata, "dari Hisyam ....."

[2] Bahwa orang-orang kepercayaan telah meriwayatkannya dari Hisyam secara maushul. Al-Ismaili berkata di dalam shahihnya, "Al-Hasan telah memberitahu-kan kepadaku, (ia berkata) : Hisyam bin Ammar telah menceritakan kepada kami" dengan isnadnya dan matannya.

[3] Hadits ini telah diriwayatkan secara shah melalui jalan selain Hisyam. Al-Ismaili dan Utsman bin Abi Syaibah meriwayatkan dengan dua sanad yang lain dari Abu Malik Al-Asy'ari Radhiyallahu 'anhu.

[4] Bahwa seandainya Bukhari tidak bertemu dan tidak mendengar dari Hisyam, maka beliau memasukkan hadits ini dalam kitab Shahih-nya menunjukkan bahwa hadits ini menurut beliau telah sah dari Hisyam dengan tidak menyebut perantara antara beliau dengan Hisyam. Hal ini dimungkinkan karena telah demikian masyhur perantara-perantara tersebut atau karena banyaknya jumlah mereka. Dengan demikian hadits tersebut sudah terkenal dan termasyhur dari Hisyam.

[5] Apabila Bukhari berkata dalam Shahih-nya, "Telah berkata si Fulan", maka hadits tersebut adalah shahih menurut beliau.

[6] Bukhari menyebutkan hadits ini dalam Shahih-nya dan berhujjah dengannya, tidak sekedar menjadikannya syahid (saksi atau pendukung terhadap hadits lain yang semakna), dengan demikian maka hadits tersebut adalah shahih tanpa diragukan lagi.

Ibnu Shalah[1] berkata : "Tidak perlu dihiraukan pendapat Abu Muhammad bin Hazm Az-Zhahiri Al-Hafizh yang menolak hadits Bukhari dari Abu Amir atau dari Abu Malik". Lalu beliau menyebutkan hadits tersebut, kemudian berkata. "Hadits tersebut sudah terkenal dari orang-orang kepercayaan dari orang-orang yang digantungkan oleh Bukhari itu. Dan kadang-kadang beliau berbuat demikian karena beliau telah meyebutkannya pada tempat lain dalam kitab beliau dengan sanadnya yang bersambung. Dan adakalanya beliau berbuat demikian karena alasan-alasan lain yang tidak laik dikatakan haditsnya munqathi'. Wallahu a'lam. [Muqaddimah Ibnush Shalah Fii 'Ulumil Hadits, halaman 32, terbitan Darul Kutub Al-Ilmiyah, Beirut, 1398H. Fathul-Bari 10:52].

Saya sengaja membicarakan hadits ini agak panjang mengingat adanya sebagian orang yang terkecoh oleh pendapat Ibnu Hazm ini serta menjadikannya alasan untuk memperbolehkan alat-alat musik. Padahal, sudah jelas bahwa hadits-hadist yang melarangnya adalah shahih, dan umat ini diancam dengan bermacam-macam siksaan apabila telah merajalela permainan musik yang melalaikan (almalahi) dan merajalela pula kemaksiatan.


[Disalin dari buku Asyratus Sa'ah Fasal Tanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusub bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA, Edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat hal. 108-111 terbitan Pustaka Mantiq Penerjemah Drs As'ad Yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi]
_________
Foot Note.
[1] Beliau adalah Imam dan Ahli Hadits Al-Hafizh Abu Amr Utsman bin Abdur Rahman Asy-Syahrazuri yang terkenal dengan sebutan Ibnu Shalah, seorang ahli agama yang zuhud dan wara' serta ahli ibadah, mengikuti jejak Salaf yang Shalih. Beliau memiliki banyak karangan dalam ilmu hadits dan fiqih, dan memimpin pengajian di Lembaga Hadits Damsyiq. Beliau wafat pada tahun 643H [Al-Bidayah Wan-Nihayah 13:168]
Sumber:http://www.almanhaj.or.id/content/676/slash/0
____________________________________

Hukum Alat Musik [Malahi] Menurut Keputusan Muktamar NU dan Muhammadiyah



KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA KE-1 Di Surabaya pada tanggal 13 Rabiul Tsani 1345 H/ 21 Oktober 1926 M
21. Alat-alat Orkes untuk Hiburan

Soal : Bagaimana hukum alat-alat orkes (mazammirul-lahwi) yang dipergunakan untuk bersenang-senang (hiburan)? Apabila haram, apakah termasuk juga terompet perang, terompet jamaah haji, seruling penggembala dan seruling permainan anak-anak (damenan, Jawa)?
Jawab : Muktamar memutuskan bahwa segala macam alat-alat orkes (malahi) seperti seruling dengan segala macam jenisnya dan alat-alat orkes lainnya, kesemuanya itu haram, kecuali terompet perang, terompet jamaah haji, seruling penggembala, dan seruling permainan anak-anak dan lain-lain sebagainya yang tidak dimaksudkan dipergunakan hiburan.
Keterangan dari kitab Ihya’ Ulum al-Din:
فَبِهَذِهِ الْمَعَانِي يَحْرُمُ الْمِزْمَارُ الْعِرَقِيُّ وَ الْأَوْتَارُ كُلُّهَا كَالْعُوْدِ وَ الضَّبْحِ وَ الرَّبَّابِ وَ الْبَرِيْطِ وَ غَيْرِهَا وَمَا عَدَا ذَلِكَ فَلَيْسَ فِي مَعْنَاهَا كَشَاهِيْنٍ الرُّعَاةِ وَ الْحَجِيْجِ وَ شَاهِيْنٍ الطَّبَالِيْنَ.
“Dengan pengertian ini maka haramlah seruling Irak dan seluruh peralatan musik yang menggunakan senar seperti ‘ud (potongan kayu), al-dhabh, rabbab dan barith (nama-nama peralatan musik Arab). Sedangkan yang selain itu maka tidak termasuk dalam pengertian yang diharamkan seperti bunyi suara (menyerupai) burung elang yang dilakukan para penggembala, jama’ah haji, dan suara gendering”.
Sumber :
Buku "Masalah Keagamaan" Hasil Muktamar/ Munas Ulama NU ke I s/d XXX (yang terdiri dari 430 masalah) oleh KH. A. Aziz Masyhuri ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma'ahid Islamiyah dan Pengasuh Ponpes Al Aziziyyah Denanyar Jombang. Kata Pengantar Menteri Agama Republik Indonesia : H. Maftuh Basuni.
Silahkan klik dan baca link ini:

Hasil scan KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA KE-1 Di Surabaya pada tanggal 13 Rabiul Tsani 1345 H/ 21 Oktober 1926 M tentang Alat-alat Orkes untuk Hiburan
------------------------------------------


KEPUTUSAN TARJIH MUHAMMADIYAH

4. HUKUM ALATUL MALAHI
الة اللهو. يراد بها الالة المضروبة وحكمها يدور مع علتها, وهي علي ثلاثة اقسام : قسم يجلب الفضيلة آما يضرب لتشجيع الجنود عند الحرب فحكمه سنة, وقسم يضرب للغو فقط (لايجلب شيئا من الفضيلة ولا الرذيلة) فحكمه مكروه لقوله ضلى الله عليه وسلم من حسن اسلام المرء ما لا يعنيه (رواه الترمذىّ عن ابي هريرة)و و قسم مجلب المعصية فحكمه حرام.
Alatul Malahi yang di maksud adalah alat bunyi-bunyian (musik) dan hukumnya berkisar kepada illatnya (sebabnya). Dan ia ada 3 macam :
a. Menarik kepada keutamaan seperti menarik kepada keberanian di medan peperangan, hukumnya sunat.

b. Untuk main-main belaka (tak mendatangkan apa-apa) hukumnya makruh, menilik hadits :”Termasuk kesempurnaan seseorang ialah meninggalkan barang yang tak berarti”. (hadits ini di riwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Hurairah).

c. Menarik kepada ma’siyat hukumnya haram

resent by Anwar Baru Belajar

Minggu, 02 Oktober 2011

Teknik Penjarian (Finggering)



22 Nov 2010

Teknik Penjarian (Finggering)

Posted by Gekers 23:19, under | 1 comment

Teknik Penjarian ( Fingering)
    Banyak cara yang dilakukan pada teknik penjarian ini ,yang terpenting semuanya bertujuan yang sama yaitu untuk memperlancar teknik dalam penjarian ,picking , sehingga kita dapat bermain dengan baik dalam tempo lambat ,sedang ,maupun kecepatan yang sangat cepat
    Biasanya gitaris - gitaris yang telah ternama didunia seperti yngwie malmsteen ,John petrucci ,Joe satriani ,Steve vai dan masih banyak lagi , mereka membuat pola mereka sendiri dalam teknik fingeringnya dengan ciri khas mereka masing – masing.
Disini saya akan memberikan teknik finggering yang sering umum dipakai dalam berbagai beragam style :
    Latihlah pada pola dibawah ini dengan tempo yang lambat dulu secara berulang – ulang kemudian berlanjut dengan kecepatan yang semakin tinggi :
Latihan 1
|-----------|
|-----------|
|-----------|
|-----------|
|-----------|
|--1-2-3-4--|

    Ingat..!! selalu membiasakan penjarian dengan posisi yang lambat dulu seperti seorang bayi pasti tidak bisa langsung berjalan layaknya orang dewasa ,disini diperlukan kesabaran dan ketekunan.
    Selanjutnya latihlah dengan pola dibawah ini dengan menggunakan seluruh senar dan keempat jari-jari dan gunakan dengan alternative picking atau sistem picking bolak balik (up down) :
Latihan 2
|-----------------------------------------1-2-3-4-----|
|---------------------------------1-2-3-4-------------|
|-------------------------1-2-3-4---------------------|
|-----------------1-2-3-4-----------------------------|
|---------1-2-3-4-------------------------------------|
|-1-2-3-4---------------------------------------------|

Latihan 3
|-----------------------------------------1-2-3-4-----------------------------------------|
|---------------------------------1-2-3-4---------1-2-3-4---------------------------------|
|-------------------------1-2-3-4-------------------------1-2-3-4-------------------------|
|-----------------1-2-3-4-----------------------------------------1-2-3-4-----------------|
|---------1-2-3-4---------------------------------------------------------1-2-3-4---------|
|-1-2-3-4-------------------------------------------------------------------------1-2-3-4-|

Latihan 4
|-----------------------------------------4-3-2-1-----------------------------------------|
|---------------------------------4-3-2-1---------4-3-2-1---------------------------------|
|-------------------------4-3-2-1-------------------------4-3-2-1-------------------------|
|-----------------4-3-2-1-----------------------------------------4-3-2-1-----------------|
|---------4-3-2-1---------------------------------------------------------4-3-2-1---------|
|-4-3-2-1-------------------------------------------------------------------------4-3-2-1-|

Latihan 5
|-----------------------------------------1-3-2-4-----|
|---------------------------------1-3-2-4-------------|
|-------------------------1-3-2-4---------------------|
|-----------------1-3-2-4-----------------------------|
|---------1-3-2-4-------------------------------------|
|-1-3-2-4---------------------------------------------|



Latihan 6
|-----------------------------------------1-4-2-3-----|
|---------------------------------1-4-2-3-------------|
|-------------------------1-4-2-3---------------------|
|-----------------1-4-2-3-----------------------------|
|---------1-4-2-3-------------------------------------|
|-1-4-2-3---------------------------------------------|

Latihan 7
|-----------------------------------------1-4-3-2-----|
|---------------------------------1-4-3-2-------------|
|-------------------------1-4-3-2---------------------|
|-----------------1-4-3-2-----------------------------|
|---------1-4-3-2-------------------------------------|
|-1-4-3-1---------------------------------------------|




Latihan 8




|-----------------------------------------1-2-4-3-----|
|---------------------------------1-2-4-3-------------|
|-------------------------1-2-4-3---------------------|
|-----------------1-2-4-3-----------------------------|
|---------1-2-4-3-------------------------------------|
|-1-2-4-3---------------------------------------------|

Semua Latihan pola diatas adalah sekumpulan pola penjarian dari sekian banyak tetapi kunci dari semuanya itu selalu memulainya dengan tempo lambat dan selalu membiasakan dengan memakai metronome.
Nah sampai sini dulu pembahasan kita,,!!
Selamat latihan…!!!

agus_roynal87@yahoo.com

Teknik belajar bermain gitar

Jumat, 23 Januari 2009

Penjarian dan membangun kecepatan

Berikut adalah tips belajar gitar dengan penjarian untuk melatih
kelenturan jari jari tangan dan membangun kecepatan dalam bermain
gitar..
Contoh Pola penjarian 1-2-3-4,tempatkan jari pada senar no.6 fret 1 kemudian 2
dan seterusnya sampai fret 4.Dilanjutkan pada senar no.5 dan seterusnya.Setelah selesai
pada senar no.1 geserlah jari pada fret 2 dan mulailah dengan pola 4-3-2-1 kemudian
dilanjutkan ke atas sampai senar no.6.Begitu juga dengan pola2 yang lain.
Begitulah kira2 sedikit penjelasan dari saya..
SELAMAT MENCOBA!!!
01. 1-2-3-4
02. 1-2-4-3
03. 1-3-2-4
04. 1-3-4-2
05. 1-4-2-3
06. 1-4-3-2
07. 2-1-3-4
08. 2-1-4-3
09. 2-3-1-4
10. 2-3-4-1
11. 2-4-1-3
12. 2-4-3-1
13. 3-1-2-4
14. 3-1-4-2
15. 3-2-1-4
16. 3-2-4-1
17. 3-4-1-2
18. 3-4-2-1
19. 4-1-2-3
20. 4-1-3-2
21. 4-2-1-3
22. 4-2-3-1
23. 4-3-1-2
24. 4-3-2-1

Jumat, 26 Agustus 2011

Musik Suku Biak-Numfor

31 Oktober 2008

21. Musik Suku Biak-Numfor (9)


Masih tersisa lima dari tujuh belas wor Biak yang sudah dibahas sejauh ini. Dun Sner dan Dow Mamun Refo adalah lagu tarian sementara Armis, Randan, dan Dow Bemum Wame tergolong pada wor non-tarian. Semuanya diberi iringan tifa sesudah intro setiap lagu.
Tempo
Tempo kelima lagu ini tergolong pada kelompok tempo yang sangat lambat. Yang paling lambat temponya adalah Randan (MM=kira-kira 50) dan yang paling cepat dalam kelompok ini adalah Armis (MM=kurang-lebih 70). Perkiraan tempo wor lainnya demikian: Dow Bemun Wame, MM=61; Dun Sner, MM=66; dan Dow Mamun Refo, MM=67. Secara khusus, Randan, Dow Bemun Wame, dan Dun Sner tergolong pada Largo, tempo paling lambat dari kelompok tempo yang sangat lambat. Kedua wor lainnya tergolong pada Adagio.
Ilmu musik Barat membedakan lima kelompok tempo:
  • Kelompok tempo yang paling lambat: Largo (MM 40-66), Lento, Adagio (MM 66-76), dan Grave.
  • Kelompok tempo yang lambat: Larghetto, Andante (MM 76-108), dan Andantino.
  • Kelompok tempo yang agak cepat: Allegretto, Moderato (MM 108-120), Allegro Moderato.
  • Kelompok tempo yang cepat: Allegro (MM 120-168).
  • Kelompok tempo yang sangat cepat: Presto (MM 168-208), Veloce, Allegro assai, Vivace, Allegrissimo, Prestissimo, dan lain-lain.
Pola Ritme yang Rumit
Meskipun tempo kelima wor tadi sangat lambat, melodinya memakai bermacam-macam pola ritme yang rumit. Not bernilai seperempat, termasuk yang ditahan, sangat sedikit dibanding kombinasi not dengan berbagai nilai, seperti kombinasi not seperdelapan dengan not seperenam belas, kombinasi not seperenam belas, kombinasi not seperdelapan dengan not seperenam belas ditambah triul pendek yang setiap notnya bernilai seperenam belas, dan berbagai kombinasi not lain.
Pola-pola ritme dengan berbagai kombinasi tadi jarang ditemukan dalam nyanyian pop modern dan bahkan dalam nyanyian gereja untuk ibadah. Pola-pola ritme kelima wor tadi - dan kedua belas wor lainnya yang sudah dibahas - tidak kalah tingkat kerumitannya dengan lagu-lagu instrumental modern kelas berat dan bahkan lagu-lagu klasik Barat tertentu. Tapi berbeda dengan pola-pola ritme lagu-lagu instrumental dan klasik ini, pola-pola ritme yang rumit dari wor-wor Biak itu dinyanyikan oleh penyanyi tradisional dari Biak. Pola-pola ini sering menunjukkan interval-interval yang tidak persis sama dengan interval-interval musik Barat. Belum lagi kerumitan pola-pola ritmenya yang dinyanyikan, para penyanyi solo dan koor menambah nada-nada melismatik - cengkok-cengkok - pada kombinasi not-not yang rumit dari nyanyian-nyanyiannya. Mengesankan kemahiran nyanyi para penyanyi tradisional dari Biak.
Ritme Bahasa Biak Lisan
Kalau didengarkan lebih cermat, berbagai kombinasi not-not dalam melodi-melodi wor tadi sangat dipengaruhi aksentuasi dan intonasi bahasa Biak. Dengan kata lain, pola ritme wor ditentukan oleh pola ritme syair dalam bahasa Biak lisan. Ini mengakibatkan timbulnya ritme khas Biak dan prosodi, dalam arti, keselarasan antara tekanan kata dan tekanan melodik.
Kekhasan ritme wor macam ini membuka kemungkinan-kemungkinan baru untuk menciptakan wor-wor modern yang khas Biak. Ritme tradisional tadi bisa dikembangkan untuk musik modern berdasarkan bentuknya yang asli, melalui penyesuaian, atau melalui penciptaan kembali tanpa menghilangkan ciri khas ritme itu.
Ciri-Ciri Utama Lain
Lalu, bagaimana dengan ciri-ciri utama lain dari kelima wor tadi? Ciri-ciri utama lain itu mencakup nada dasar, tangganada, kontur melodi, dan pola pukulan tifa.
Nada dasar
Nada dasar Dun Sner adalah a; Dow Mamun Refo, b; Armis, c; Randan, ab (as); dan Dow Bemun Wame, eb (es). Tentu nada dasar ini tidak berlaku mutlak; Anda yang jenis suaranya lebih rendah atau lebih tinggi akan memakai nada dasar lain yang cocok dengan jangkauan suaramu.
Tangganada tetratonik dan pentatonik
Untuk mempermudah penjelasan tentang tangganada, kunci C diatonik mayor dipakai sebagai dasar kedua jenis tangganada tadi. Wor yang dibentuk oleh tangganada tetratonik (empat nada secara bertangga) mencakup Randan (C-D-E-G) dan Dow Bemun Wame (C-D-E-A). Selebihnya diciptakan berdasarkan tangganada pentatonik dengan modus C-D-E-G-A.
Dalam tangganada yang sama, kontur melodi setiap wor berbeda. Bentuk dasar melodi Dun Sner adalah C'-A-G-D-E-D; Dow Mamun Refo, G-E-C-D-A,-C; Armis, G-D-E-A,-C; Randan, E-G-E-D-C; dan Dow Bemun Wame, A,-E-C-D-A,.
Catatan: C' menandakan not titik satu di atasnya; A, menandakan not titik satu di bawahnya.
Kontur melodi
Dalam hubungan dengan pertanyaan Rutherford dan Yampolsky tentang apa yang membedakan satu jenis wor dari yang lainnya, saya menduga ada pengaruh kontur melodi. Setiap wor yang direkam Rutherford dan Yampolsky selalu diawali seorang penyanyi solo yang memperkenalkan melodi dan bentuknya. Koor menyanyi bersama-sama dengan penyanyi solo sesudah mereka mengingat atau menghafal melodi itu. Selama dinyanyikan, entah penyanyi solo entah seorang anggota koor mengembangkan wor itu dengan menambah atau mengurangi not-not wor. Penambahan atau pengurangan ini menimbulkan pola ritme yang agak berbeda. Apapun yang mereka lakukan, kita mendengarkan suatu bentuk dasar yang berulang-ulang yang diperkenalkan pertama kali di awal wor oleh penyanyi solo.
Kontur melodi Dow Bemun Wame, misalnya, mulai dengan A di bawah C tengah (not la bertitik satu di bawahnya) dan berakhir dengan not yang sama. Manipulasi not-not di antara kedua nada batas luar ini menghasilkan efek yang dalam pendengaran musikal kita yang terbiasa dengan musik Barat atau modern bersifat sedih, murung, sayu, muram. Efek yang agak mirip bisa kita dengarkan dari Dun Sner. Wor ini mulai dengan A, terkadang diikuti dengan C sebagai variasi sebelum berayun kembali ke A lalu diakhiri dengan D. Skema melodi menjadi (C')-A-G-E-D. Efek sebaliknya menurut telinga musikal Barat atau modern kita, yaitu suasana gembira atau cerah, bisa kita dengar dari Randan (E-G-E-D-C) dan Dow Mamun Refo (G-E-C-D-A,-C). Mungkinkah jenis-jenis kontur inilah yang menentukan ciri-ciri khas kelima wor tadi? Tampaknya demikian.
Pola pukulan tifa yang baru
Semua wor ini diiringi tifa, kira-kira sesudah penyanyi solo memperkenalkan melodinya. Pola pukulan dasar tifa tidak beda dengan salah satu atau beberapa dari ke-21 pola pukulan tifa Biak yang sudah dijelaskan dalam bab 20.
Hanya pada dua wor saja saya menemukan dua pola pukulan tifa yang khas. Yang pertama, pukulan tifa yang mengiringi Randan. Semua tabuhan mengikuti ketukan dasar atau matra lagu dengan memperdengarkan pukulan yang sama nilainya dengan not seperempat dalam satu birama 4/4. Pola pukulan yang baru saya temukan ketika semua penyanyi mengakhiri wor ini dengan not tonikanya, do (C), sebanyak empat ketukan. Ada dua orang penabuh tifa yang mengiringi seluruh nyanyian ini yang memakai pukulan yang seragam sepanjang hampir seluruh wor. Tapi pada not akhir, mereka berdua menghasilkan pola pukulan yang berbeda, suatu pola pukulan yang belum dicatat dalam bab 20, demikian:
Tifa randan
Yang kedua, pukulan tifa yang mengiringi Dow Bemun Wame. Beberapa ketukan sesudah intro nyanyian dan perulangannya, penabuh tifa menghasilkan tabuhan yang mengikuti matra birama 4/4. Sesudah itu, dia beralih ke pukulan yang seharusnya adalah delapan ketukan dari empat pasangan not yang masing-masing bernilai seperdelapan dalam satu birama 4/4. Ini akan memberikan efek keteraturan pukulan tifa pada telinga musikal kita. Tapi yang kita dengar adalah tabuhan empat satuan triul pendek dalam setiap birama, seperti yang berikut:
Dow bemun wame tifa
Seharusnya, penabuh tifa memukul pola ritme dalam birama pertama, demi keteraturan bunyi perkusi. Tapi yang dia hasilkan malah pola ritme dalam birama kedua, empat satuan triul pendek. Satuan ini dia pertahankan sampai dengan akhir lagu. Cara dia menghasilkan pukulan triul pendeknya tanpa aksentuasi pada ketukan tertentu - misalnya, ketukan kedua dan keempat - sehingga terdengar sama nyaringnya. Seandainya dia memberi aksentuasi, kita berangsur-angsur akan merasakan semacam irama slow rock atau slow blues dalam musik pop modern. Tapi tiadanya aksentuasi ritmik melalui tifa mengakibatkan efek ritmik antara melodi dan tifa kedengaran agak aneh, membingungkan. Apapun juga, teknik pukulan tifa pada birama kedua menambah perbendaharaan pola pukulan perkusi khas Biak melalui tifa.
Untuk Anda yang penasaran dengan pola pukulan tifa Dow Bemun Wame tadi, saya mengungguhnya pada side bar blog ini. Anda tentu akan mendengarkan juga seluruh nyanyiannya.

Minggu, 21 Agustus 2011

Musik tradisional papua

MUSIK TRADISIONAL DI PAPUA
budayatari.jpg
Sesudah menyajikan makalahnya tentang musik tradisional di Indonesia dalam kursus bahasa Indonesia musiman di depan peserta dari beberapa perguruan tinggi di Amerika Serikat di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, 1979, Marina Roseman, salah seorang peserta itu datang pada penyaji makalah itu, Pak C. Akwan. “Karya Dr. J. Kunst yang Anda sebutkan sebagai salah satu referensi, kami pelajari di Cornell,” kata mahasiswa S2 asal Amerika Serikat ini. Nina – demikian nama sapaannya – adalah seorang mahasiswi Jurusan Etnomusikologi pada universitas itu. C. Akwan, seperti yang dituturkannya pada saya kemudian hari di Jakarta, waktu itu masih mahasiswa tingkat terakhir Jurusan Bahasa Inggris UKSW.
Lelaki asal Manokwari ini terkenal juga sebagai seorang musikus berpengalaman dengan banyak prestasi. Misalnya, “Gembala Baik Bersuling nan Merdu” ciptaannya – Kidung Jemaat 415 – ternyata menjadi suatu lagu gereja yang sering dinyanyikan dalam ibadah Kristen di Indonesia dan di luar negeri dan direkam berkali-kali, termasuk suatu versi keroncong oleh Mus Mulyadi. Melodinya diciptakan berdasarkan tangganada tradisional di Papua: lima nada yang mengandalkan urutan not do, re, mi, sol, la.
Anda yang berbakat musikal pun bisa menciptakan lagu berdasarkan tangganada tradisional di Papua. Kalau tidak lagi ingat, Anda bisa pelajari kembali hasil penelitian ilmiah tentang musik tradisional khas di Papua. Kemudian, Anda menciptakan lagu yang khas Papua. Akan lebih afdol kalau iringan musiknya dibuat sekhas mungkin – ini malah dicari musikus luar negeri. Untuk memahami musik tradisional itu, Dr. J. Kunst bisa membantu Anda. Dia sudah meneliti musik tradisional di Papua menjelang akhir 1920 dan pada tahun 1930-an.
Ke Nieuw Guinea Tiga Kali
Dr. J. Kunst terkenal dalam bidang etnomusikologi karena hasil penelitian monumentalnya tentang musik tradisional di Hindia Belanda. Sudah terbit versi bahasa Inggris dari penelitiannya tentang musik tradisional, di antaranya dari Jawa, Sunda, dan Papua. Dia bahkan dipandang salah seorang pelopor cabang ilmu musik yang sekarang disebut “etnomusikologi”.
Penelitian ahli etnomusikologi asal Belanda ini di Nieuw Guinea dilakukan pertama kali pada tahun 1926. Pak J. Kunst ikut serta dalam Ekspedisi Nieuw Guinea Amerika-Belanda yang dipimpin C.C.F.M. Le Roux, seorang ahli etnografi dan topografi, yang mengajak Kunst ikut. Melalui jasa pemimpin ekspedisi ini, Kunst diperlengkapi dengan 14 fonogram – sejenis alat untuk merekam suara dan lagu – untuk merekam nyanyian dan musik suling suku Takutameso atau Kauwerawet di Papua. (Rekaman dilakukan Le Roux.) Karena terhalang untuk merekam musik suku Awembiak dan Dem, dua orang anggota ekspedisi itu yang hafal lagu-lagu kedua suku tadi bisa merekamnya untuk Kunst. Yang satu menyanyikannya dan yang lain memainkannya pada sebuah biola.
Pada bulan Mei 1929, Kunst berkesempatan bertemu langsung dengan musik Papua.Pada bulan ini, Perhimpunan Batavia untuk Kesenian dan Sains merayakan ulang tahunnya yang ke-150. Perayaan ini berbarengan dengan penyelenggaraan Kongres Sains Pasifik Keempat di Batavia – sekarang bernama Jakarta – tempat suatu pameran etnografik diadakan. Pada pameran ini, kelompok-kelompok masyarakat dari seluruh Nusantara tampil, termasuk orang-orang Papua. Mereka berasal dari beberapa suku di utara Nieuw Guinea, yaitu, dari pesisir Waropen, pulau Yapen, dan beberapa kampung di Teluk Humboldt. J. Kunst berkesempatan merekam beberapa lagu dari suku-suku pesisir di utara Nieuw Guinea ini.
Kunst lalu mengadakan suatu kunjungan resmi – tidak berhubungan dengan musik – ke Nieuw Guinea tahun 1932. Dia berkesempatan merekam beberapa nyanyian Papua dari penduduk Waigeo dan Sorong. Sekitar tahun ini, dia mendapat suatu koleksi nyanyian suku Marind, Ye, dan Kanun-anim yang direkam di sekitar Merauke oleh Pater Verschueren. Dia juga mendapat suatu koleksi 24 nyanyian Marind-anim yang dicatat Bapak Soukotta, seorang perwira polisi asal Ambon.
Terakhir, dia mengikuti suatu ekspedisi ke Nieuw Guinea pada tahun 1939. Ekspedisi ini diatur oleh Perhimpunan Geografi Kerajaan Belanda yang dipimpin lagi oleh Le Roux. Dalam ekspedisi ini, Kunst berkesempatan merekam musik suku-suku pegunungan di Pegunungan Tengah dan nyanyian-nyanyian penduduk pesisir di Utah, pesisir baratdaya Nieuw Guinea.
Tiga Hasil Penelitian Kunst
Sesudah Kunst wafat, hasil penelitiannya tentang musik tradisional Papua selama jangka waktu yang berbeda tadi diterbitkan dalam suatu himpunan tiga penelitian oleh isterinya. Bahan-bahan untuk penelitian pertama Kunst tahun 1926 dikerjakannya kembali pada tahun 1927, kemudian diterbitkan untuk pertama kali oleh Panitia Riset Ilmiah Hindia Belanda pada tahun 1931. Penelitiannya yang ketiga diterbitkan Lembaga Tropis Kerajaan Belanda tahun 1950.
Mula-mula, ketiga hasil penelitian J. Kunst diterbitkan dalam bahasa Belanda. Kemudian, versi bahasa Inggris dan perbaikan naskah aslinya diterbitkan Lembaga Kerajaan Belanda untuk Linguistik, Geografi, dan Etnologi pada tahun 1967. Judulnya, Music in New Guinea, dicetak Martinus Nijhoff di ‘s-Gravenhage (Den Haag).
Mengapa Musik Etnik Diteliti
Pada zaman Kunst, para peneliti masyarakat primitif belum tahu banyak tentang musik tradisional masyarakat. Mereka belum punya suatu gambaran umum tentang apa musik tradisional suku-suku terasing. Mereka, karena itu, membutuhkan suatu pemahaman sistematik tentang musik seluruh bangsa di dunia melalui fonografi. Pada zaman itu, musik tradisional Afrika yang sedikit sekali diteliti dan dipahami tengah terancam oleh musik modern dari kebudayaan Barat. Kalau musik traidional itu tidak cepat diteliti dan direkam melalui fonogram, para ahli musik kuatir mereka terlambat untuk memahami apa sesungguhnya musik Afrika itu. Kekuatiran yang sama berlaku juga untuk musik dari Hindia Belanda, termasuk dari Nieuw
MUSIK TRADISIONAL DI PAPUA